BABI PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang. Tanaman melon (Cucumis melo L) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang sering dikonsumsi oleh masyarakat. Melon merupakan tanaman buah-buahan semusim yang mempunyai rasa manis, tekstur daging buah yang renyah, warna buah yang bervariasi dan mempunyai aroma yang khas, melon juga mempunyai nilai ekonomi yang tinggi dalam pemasaran dan produksi benihnya.
Dosispenggunaan setiap unsur tersebut berbeda-beda tergantung pada status hara atau suplai hara tanah kebutuhan tanaman akan hara dan kandungan hara dalam pupuk dan juga umur tanaman. Tanaman Padi Padi merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat Indonesia sehari-hari karena setiap hari orang mengkonsumsi nasi sebagai makanan pokok.
Limbahyang dihasilkan dapat memberikan dampak negatif terhadap sumber daya alam dan lingkungan, seperti gangguan pencemaran alam dan pengurasan sumber daya alam, yang nantinya dapat menurunkan kualitas lingkungan antara lain pencemaran tanah, air, dan udara jika limbah tersebut tidak diolah terlebih dahulu. Bermacam limbah industri yang dapat
Vay Tiền Nhanh. Unsur HaraUnsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman yang berada dalam tanah yang dibedakan atas unsur hara makro primer sekunder dan unsur hara Hara makroa Unsur Nitrogen NSumber utama adalah bahan-bahan organik dan senyawa Netrogen lainnya. Diambil oleh akar dalam bentuk omonium NH4+ dan nitrat NO3-. Peranan untuk tanaman adalah merangsang pertumbuhan vegetatif dan memberi warna hijau pada daun, sebagai bahan pembentuk hijau daun protein dan lemak. Nitrogen ini bila terlalu banyak diberikan akan menghambat pembungaan dan pembuahan. Gejala-gejala yang timbul bila kekurangan N daun berwarna hijau kekuning-kuningan sampai menguning Unsur Fosfor PSumber utama dalam tanah berasal dari bahan organik dan mineral apatit dan kalsium fosfat diambil akar dalam bentuk ion HPO4-2 dan H2PO4-. Peranan fosfor untuk merangsang pertumbuhan dari benih atau tanaman muda, mempercepat pembungaan dan pemasakan buah. Fosfor sebagai penyusun inti lemak dan protein. Gejala-gejala yang timbul bila kekurangan P pada tepi-tepi daun, cabang dan batang terdapat warna merah agak ungu selanjutnya tanaman menjadi kuning. Pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, pemasakan buah lambat, produktivitas buah biji Unsur Kalium KSumber dalam tanah berasal dari mineral-mineral Ortoklas, leusit, muskovit dan biotit diambil oleh akar dalam bentuk ion K+. Peranan K 1 Membantu pembentukan protein dan karbohidrat2 Mengeraskan jerami dan bagian kayu dan tanaman3 Meninggikan mutu buah-buahan4 Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakitGejala-gejala yang timbul bila kekurangan K adanya bercak-bercak atau keriput- keriput pada daun kemudian Unsur Calsium Ca Unsur Hara SekunderSumber dalam tanah berasal dari mineral hipertin, horn blendo dan Calait, diambil oleh akar dalam bentuk ion Ca++. Peranan Ca untuk merangsang pembentukan bulu- bulu akar, mengeraskan jerami dan bagian kayu tanaman dan merangsang pembentukan biji-bijian. Peranan yang penting pula dari unsur Ca untuk perbaikan struktur tanah dan mengurangi keasaman tanah. Gejala-gejala yang timbul bila kekurangan Ca pada daun-daun muda dan kuncup berkeriput dan akhirnya Unsur magnesium Mg Unsur Hara SekunderSumber dalam tanah adalah mineral biotit, chlorit dan dlomit; diambil akar dalam bentuk ion Mg. Peranannya sebagai penyusun utama hijau daun, pembentukan karbohidrat, lemak dan sebagai pembawa unsur hara fosfor. Gejala yang timbul bila kekurangan Mg 1 Menghilangkan warna hijau tua pada daun mula dari daun bagian bawah terus ke Batang menjadi Permukaan daun terdapat garis-garis hijau kekuningan, kering muda, Unsur belerang S Unsur Hara SekunderSumber dalam tanah mineral gips, basit pirit. Diambil akar dalam bentuk ion sulfat SO4-2. Peranan S membantu dalam pembentukkan bintil-bintil akar kedelai, kacang tanah, merangsang hasil tanaman biji-bijian dan mempercepat pertumbuhan. Gejala kekurangan S pertumbuhan menjadi lambat dan kerdil, batang pendek, kurus dan berwarna Hara Mikroa Chlor ClSumber mineral holit NaCl, Silvit KClPeranan meninggikan hasil dan mutu tanaman tembakau kekurangan Cl pertumbuhan tidak Besi FeSumber mineral hematit, magnetit. Peranan dalam pembentukan hijau daunGejala kekurangan Fe daun berwarna Mangan MnSumber mineral peralusit MnO2, mangamit MnO OH dan braumit MO7SiO12Peranan pembentukan hijau daun, proses asimilasi merangsang perkecambahan biji dan pemasukan kekurangan Cu pertumbuhan kerdil, terdapat warna kuning/ merah pada Tembaga CuSumber mineral-mineral sekunderPeranan membantu proses-proses enzimGejala kekurangan Cu pertumbuhan tidak normale Seng ZnSumber mineral-mineral sekunderPeranan Pembentukan hijau kekurangan Zn pertumbuhan tidak normal. Timbul warna abnormal pada daun seperti warna kekuningan coklat kemerahan dan akhirnya daun berlubang-lubang. Unsur Cu dan Zn biasanya diperlukan pada tanah bereaksi alkalir basa dan tanah-tanah Borium BOSumber mineral termalin dan borat diambil akar dalam bentuk CO3-2Peranan menaikkan hasil dan mutu tanaman kekurangan BO gangguan pada proses fisiologi tanaman menyebabkan tongkol jagung berbiji Molibdin MOSumber mineral granit, diambil oleh akar dalam bentuk MO O4-2Peranan membantu proses penyerapan NitrogenGejala kekurangan MO perubahan warna daun menjadi umumnya kekurangan unsur mikro terdapat pada tanah-tanah organik gambut tanah-tanah alkalis atau tanah sayur-sayuran dan buah-buahan pada umumnya sensitif/peka terhadap kekurangan unsur mikro dan berakibat produksi merosot
Cara Mengetahui Kandungan Unsur Hara – Berbicara tanah kering, Indonesia adalah salah satu negara yang mempunyai lahan kering cukup luas. menurut BPS tahun 2013, lahan kering di Indonesia yang terdiri dari lahan tegal dan ladang memiliki luas 14,38 juta ha. Namun kabarnya sebagian besar lahan tersebut banyak yang mengalami kerusakan akibat penggunaan pestisida dan pupuk kimia yang berlebihan. Sehingga terjadi penurunan bahan organik dan unsur hara dalam tanah. Padahal kandungan bahan organik dan unsur hara yang tinggi adalah faktor penting dalam meningkatkan produksi pertanian nasional. Saat ini kebanyakan petani banyak bilang bahwa kondisi tanah mereka tak sebaik 10 atau 20 tahun yang lalu. Bahkan kebanyakan dari mereka ragu jika menanam tanpa menggunakan pupuk kimia sama sekali. Perangkat Uji Tanah Kering PUTK. Image source Oleh karena itu perlu dilakukan pengukuran kandungan unsur hara tanah, yakni untuk mengetahui unsur hara apa yang tersedia dan yang tidak tersedia. Dengan demikian petani dapat mengetahui kandungan tinggi atau rendah-nya kandungan unsur hara di lahan mereka, kemudian melakukan pemupukan sesuai dengan kebutuhan tanaman. Untuk mengetahui kandungan unsur hara tanah biasanya dilakukan analisis sampel atau contoh tanah di laboratorium kimia tanah. Tentu saja tidak semua petani mempunyai kemampuan akses ke lab tanah. Bagi sebagian petani mungkin hal tersebut nampak merepotkan. Bagi petani yang penting adalah tahu hasil akhirnya. Untuk mengukur kandungan unsur hara tanah, P, K, C organic/N, ph dan kebutuhan kapur, bisa menggunakan perangkat PUTK, yaitu perangkat uji tanah kering. PUTK merupakan alat bantu bantu analisis hara tanah kering yang dapat dilakukan secara mandiri cepat. Dengan PUTK pengukuran unsur hara tanah bisa dilakukan di mana pun dan kapan pun. Nah, di artikel kali ini kita akan mengulas cara mengetahui kandungan unsur hara tanah, N, P, dan K menggunakan PUTK. Deskripsi perangkat PUTK Cara Mengetahui Kandungan Unsur Hara Komponen PUTK, terdiri 4 komponen utama yaitu pertama, berbagai jenis pereaksi yaitu pereaksi P, K, C Organic, pH dan kebutuhan kapur. Kedua, bagan warna, yaitu bagan warna P, K, C Organic, pH dan bagan kebutuhan kapur dan bagan kebutuhan bahan oganik. Macam-macam pereaksi pada PUTK. Image source Ketiga, peralatan tabung reaksi volume 10 ml, sendok stainless, pengaduk dari kaca, rak tabung reaksi, sikat pembersih tabung reaksi, dan kertas tisu. Keempat, buku petunjuk penggunaan PUTK. Sebelum menggunakan PUTK, langkah pertama adalah pengambilan contoh/sampel tanah. Contoh tanah yang diambil merupakan contoh tanah komposit dan harus mewakili lahan yang akan dianalisis lahannya. Cara membuat sampel/contoh tanah komposit Contoh tanah komposit merupakan contoh tanah yang siap untuk dianalisis dan dianggap mewakili lahan 5-8 hektar lahan kering. Hal yang perlu diperhatikan sebelum mengambil contoh tanah, contoh tanah diambil sebelum tanam atau menjelang pengolahaan tanah. Rumput, batu dan kerikil dan sisa bahan organic segar yang terdapat di permukaan tanah harus disingkirkan. Tanah dalam kondisi tidak terlalu basah. Pengambilan contoh tanah harus dilakukan dengan cara yang benar agar rekomendasi pemupukannya lebih tepat dan akurat Areal atau lahan yang akan diambil contoh tanahnya, perlu diperhatikan tekstur, warna tanah, topografi, pertumbuhan tanaman dan penggunaan tanahnya.. Pada lahan datar, pengambilan contoh tanah individu bisa dengan cara diagonal, zig zag, atau random acak. Untuk lahan hamparan lahan kering yang relative homogen. Satu contoh tanah komposit dapat mewakili 5-8 hektar lahan kering. Sementara itu pada lahan berlereng, area pengambilannya dibagi berdasarkan lereng atas, tengah dan bawah. Tanah individu yang diambil harus sama dari ketebalan, berat atau kedalaman antar satu titik dengan titik yang lain, misal 500 gram tiap titik. Contoh tanah individu diambil pada kedalaman 0-20 cm dengan cangkul sekor atau bor tanah. Contoh-contoh tanah individu tersebut lalu dicampur dan diaduk merata dalam ember, dari campuran contoh tanah tersebut kemudian diambil lagi setengah kilo di plastic bening diberi keterangan lokasi, waktu dan nama pengambil sampel. Contoh tanah itulah yang disebut dengan contoh tanah komposit yang siap untuk dianalisis. Cara Penetapan Status Hara P Tanah Ambil contoh tanah sebanyak setengah sendok spatula atau 0,5 ml. Masukkan kedalam tabung reaksi. Tambahkan 3 ml perekasi p1, kemudian aduk menggunakan pengaduk kaca sampai homogen. Kemudian tambahkan perekasi p2 sebanyak kurang lebih 10 butir atau seujung sendok spatula, lalu dikocok 1 menit, pereaksi p2 ini dibutuhkan hanya sedikit sekali, setelah dikocok 1 menit diamkan selama 10 menit. Didalam bagan warna ada 2 pilhan, untuk tanah non-andisol dan andisol. Karena tanah yang kita analisis bukan tanah andisol maka kita gunakan tanah yang atas. Bandingkan warna yang dihasilkan dengan tabel warna P tanah, apakah hasil P tanahnya rendah, sedang atau tinggi. Cara Penetapan Status Hara K Tanah Ambil contoh tanah sebanyak setengah sendok spatula atau 0,5 ml. Masukkan ke dalam tabung reaksi. Tambahkan 4 ml perekasi k1, kemudian aduk menggunakan pengaduk kaca sampai homogen, diamkan 5 menit sampai larutan menjadi jernih. Kemudian tambhakan perekasi k2 sebanyak 2 tetes, lalu dikocok diamkan selama 5 menit. Terakhir tambahkan 2ml k3 secara perlahan-lahan melalui dinding tabung, diamkan beberapa saat lalu amati kabut putih yang terbentuk antara k3 dan dibawahnya. Hasil pengukuran menunjukkan kadar K rendah jika tidak ada endapan putih, K sedang jika ada sedikit endapan putih dan K tinggi jika banyak endapan putih. Cara Penetapan C Organic Tanah Memiliki korelasi postif dengan kadar N tanah. Digunakan untuk mengestimasi kada C Organic tanah yang selanjutnya dapat dikaitkan dengan potensi ketersediaan N dalam tanah. Ambil contoh tanah sebanyak setengah sendok spatula atau 0,5 ml dimasukkan kedalam tabung reaksi. Tambahkan 1 ml pereaksi c1, aduk dengan pengaduk kaca, hingga homogen, kemdian tambahkan pereraksi c2 tetapi jangan diaduk, diamkan selama 10 menit. Apabila busa yang terbentuk sama atau kurang dari 2 cm, maka kandugan C Organic tanah tergolong rendah, dan rekomendasi pemberian bahan organiknya sebanyak 2 ton/hekatar. Bila tinggi busa lebih dari 2 meter. Maka C Organic tanah sedang dan tinggi, dengan rekomendasi pemberian bahan Organic 1 ton/hektar. Baca juga Cara Mudah Mengukur Kekurangan Unsur Hara Plant Deficiency Guide dari Daun Tanaman Nah, sobat itulah cara penggunaan PUTK, sebuah perangkat untuk mengetahui mengukur kandungan unsur hara tanah, utamanya unsur hara N, P dan K. PUTK itu ibarat miniatur laboratorium yang dapat kita bawa langsung ke lahan pertanian kita. Ya walaupun prosesnya agak panjang ya. PUTK, miniatur laboratorium kimia tanah. Bersifat portabel mudah dibawa kemana-mana. Image source tokopedia Apalagi jika dibandingkan dengan perangkat sensor berteknologi canggih, yang dapat mengukur kesuburan tanah dengan cepat dan bisa diakses via smartphone. Tentu saja perangkat PUTK kalah jauh soal itu. Namun apapun itu, paling tidak adanya PUTK ini bisa membantu petani untuk mengukur kualitas dan kesuburan tanah milik mereka. Bagaimana menurut anda ? Apakah anda punya pengalaman menggunakan PUTK ? Related postsCara Membuat Biochar Bahan Utama Terra PretaInilah Cara Pemupukan Ngirit Biaya [Hanya Sedikit Petani Yang Tahu]Inilah Perbedaan Agribisnis, Agroindustri dan AgroteknologiTips dan Cara Pemupukan Tanaman Secara Tepat !Keren ! Negara Gurun Arab Saudi Bisa Swasembada Sayur dan Buah. Ternyata Begini Caranya !Sama-Sama Sumber Fosfor P, Berikut Ini Beda Pupuk SP36 dan TSP !
Bagi Anda yang ingin bercocok tanam, idealnya Anda wajib mengetahui keadaan usur hara dalam tanah terlebih dahulu. Apakah keadaan tanah tersebut sudah cukup kandungan unsur haranya atau kurang? Dengan uji laboratorium sebenarnya pertanyaan tersebut dapat Anda pecahkan. Tetapi dibutuhkan biaya, prosedur serta waktu yang lama untuk melakukan uji tersebut. gambar kandungan unsur hara pada tanah Dalam dunia pertanian mengetahui keadaan unsur hara esensial tanah sebelum Anda melakukan tanam adalah penting. Karena jika terjadi kekurangan salah satu unsur hara esensial mikro dan makro pada tanah, akan berpengaruh pada pertumbuhan dan hasil panen tanaman. Pada pembahasan kali ini kami akan memberikan informasi yang menarik untuk Anda baca. Dengan kemunculan teknik baru yang akan lebih memudahkan Anda, untuk menguji kandungan unsur hara tanah sendiri, dengan biaya yang murah dan juga mudah dipraktekan. Teknik baru ini disebut MOET Minus One Element Technique. Kemunculan teknik MOET ini pertama kali ditemukan oleh seorang konsultan senior agronomi yang bernama Doktor Cesar Mamaril. Selain sebagai konsultan beliau juga merupakan pensiunan dari Badan Pusat Riset Tanaman Padi International IRRI. Dr. Cesar Mamaril bersama rekannya mencoba mengembangkan teknik MOET ini di wilayah datar rendah. Pada pembahasan sebelumnya Dr. Cesar Mamaril juga pernah menyampaikan mengenahi manfaat serta kegunaan metode unsur hara minus satu MOET yang beliau paparkan pada majalah RiceToday. Dari 16 jumlah unsur hara yang dibutuhkan tanaman, sebanyak 13 unsur hara didapatkan tanaman dari tanah. Meliputi Ca Kalsium, Kalium K, Nitrogen N, Pospor P, Sufur S, Magnesium Mg, Besi Fe, Tembaga Cu, Seng Zn dan Mn Mangan. Serta sisa 3 unsur hara berasal dari udara O oksigen, C Karbon dan H Hidrogen. Pada budidaya tanaman jika kekurangan salah satu unsur tersebut, maka tanaman akan tumbuh tidak normal. Agar kebutuhan usur hara esensial dapat tercukupi dengan baik oleh tanaman, maka Anda perlu melakukan pemupukan pada media tanamnya. Akan tetapi yang menjadi masalah dalam pemupukan adalah ukuran, maupun dosis yang kadang tidak sesuai dengan kondisi kebutuhan tanah tersebut. Hal ini justru membuat pemberian pupuk menjadi rutinitas berdasarkan ajuran saja, tanpa memperhatikan setatus tanah. Untuk mengatasi pemborosan pengunaan pupuk, Anda membutuhkan informasi mengenahi kandungan unsur hara pada tanah yang akan ditanami. Mengetahui kandungan tanah sebelum tanam Mengecek Kadungan Unsur Hara dengan Teknik MOET Penerapan teknik MOET ini diharapkan dapat membantu Anda untuk mempermudah dalam kegiatan usaha tani. Teknik ini dimaksudkan agar Anda cukup menambahkan salah satu unsur hara yang menjadi kekurangan pada tanah. Analisa kandungan hara tanah yang kurang, dapat Anda deteksi dengan cara tidak mengikut sertakan salah satu unsur saat pemupukan minus satu. Kemudian Anda akan melihat secara langsung dampak yang ditimbulkan dari pengurangan salah satu unsur pada tanaman. Hal ini bisa Anda praktekan dengan mengambil sampel tanah pada lahan. Uji coba teknik MOET ini sudah dipraktekan oleh Dr. Mamaril di Pilipina. Dengan melakukan sampel dilahan pertanian dataran rendah. Uji coba dilakukan dengan mengunakan formulasi unsur N, K, Zn, P, CU dan S, dalam hal ini hanya 6 usur yang digunakan, dengan alasan di Pilipina sebagian besar lahan padi dataran rendah selalu kekurangan 6 kandungan unsur hara tersebut. Formulasi uji MOET dilakukan dengan minus satu unsur yakni Minus P tanpa ada kandungan P, namun 5 unsur yang lain ada, minus N, minus K, minus Zn, Minus CU, minus S dan unsur lengkap mengandung 6 unsur hara. Untuk lebih jelasnya Anda bisa mempraktekan teknik MOET pada uji coba sederhana sebagai berikut ini Pertama Anda harus ambil sampel tanah pada lahan, masukan sampel tersebut kedalam polybag atau pot berukuran 4 hingga 5 kg, kemudian masukan formulasi unsur hara pada polybag tersebut. Jika lahan yang Anda miliki seluas satu hektar maka ambil sampel tanah sebanyak 35 titik lokasi, agar lebih merata. Akan tetapi jika kondisi lahan model bertingkat atau teras iring sebaiknya titik sampel diambil lebih banyak lagi. Catatan tanah diambil pada lahan sebelum diolah atau dibajak. Siapkan bibit tanaman misal padi umur 12 hari sebanyak 5 batang yang ditanam ke media polybag tersebut. Biarkan kondisi tanah tetap tergenang air. Dalam uji coba Anda wajib menggunakan air yang berasal dari sumber mata air yang sama. Setelah berjalan minimal 10 hari, amati pertumbuhan tanaman, selanjutnya lakukan penyeleksian pada tanaman padi dan sisakan hanya 2 batang tanaman yang memiliki pertumbuhan paling bagus. Percobaan mengunakan teknik MEOT Dalam waktu 30 hari kemudian Anda sudah bisa melihat hasilnya. Caranya amati tanaman dan lakukan perbandingan pertumbuhanya. Anda bisa lihat secara fisik mana tanaman yang tumbuh dengan baik, yang kurang dan berada di polybag atau pot dengan formulasi yang mana minus unsur apa. Jika hasil seluruh tanaman tumbuh dengan baik dan seragam, itu artinya tanah yang ada di lahan Anda, tidak kekurangan unsur hara. Tetapi jika terjadi ketimpangan pertumbuhan, Anda bisa mengidentifikasi unsur hara apa yang kurang dan di titik lokasi mana Anda akan memberikan pupuk dengan jumlah sesuai kebutuhan. Teknik MOET ini tergolong sangat mudah dilakukan, lebih menghemat biaya dan dapat meminimalisir resiko kerugian, akibat pengeluaran biaya pemupukan yang tidak tepat sasaran. Sehingga pendapatan dalam usaha tani dapat Anda dioptimalkan. Meski terlihat sederhana, namun harus Anda akui penemuan cerdas Dr. Cesar Mamaril ini sangat bermanfaat bagi kalangan petani kecil. Silahkan share info agri ini, agar bisa membantu petani kita… Dimuat dari berbagai sumber
cara mendeteksi kandungan unsur hara dalam tanah